Cimahi – Pemkot Cimahi Atasi terus berupaya menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekerja migran asal daerah tersebut.
Sejumlah program strategis mulai digencarkan, mengingat persoalan ketenagakerjaan masih menjadi salah satu tantangan utama di kota kecil yang berbatasan langsung dengan Bandung itu.
Wali Kota Cimahi menyebut bahwa tren pengangguran di kota tersebut masih perlu perhatian serius. Salah satu faktor penyebabnya adalah keterbatasan lapangan kerja serta ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan industri.
Untuk itu, Pemkot Cimahi menyiapkan berbagai langkah konkret agar masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih luas.
Program Pelatihan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja

Baca Juga : Kalender Hijriah Hari Ini 17 November 2025 dan Hitung Mundur Ramadhan 2026
Program ini bekerja sama dengan balai latihan industri dan sejumlah perusahaan yang siap menyerap lulusan pelatihan.
Peserta pelatihan tidak hanya diberikan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang literasi digital, kewirausahaan, dan sertifikasi kompetensi.
Selain pelatihan, Pemkot juga mengaktifkan kembali bursa kerja (job fair) secara rutin.
Kegiatan ini mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membuka lowongan secara langsung.
Dorong Wirausaha Baru dan Ekonomi Kreatif
Tak hanya mengandalkan penempatan kerja di perusahaan, Pemkot Cimahi juga mendorong terciptanya wirausaha baru.
Melalui program bantuan modal UMKM, pendampingan bisnis, serta pemasaran digital, pemerintah berharap masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.
Pemerintah menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja muda.
Perlindungan Pekerja Migran dari Cimahi
Selain menekan angka pengangguran, Pemkot Cimahi menaruh perhatian khusus terhadap pekerja migran asal daerah tersebut.
Kasus penipuan, perdagangan orang, dan pemberangkatan ilegal masih menjadi ancaman nyata bagi para calon pekerja migran.
Untuk itu, Pemkot melalui Dinas Tenaga Kerja memperketat proses rekomendasi keberangkatan, memastikan seluruh pekerja migran berangkat melalui jalur resmi dan mendapatkan perlindungan penuh.
Pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih agen penyalur resmi serta memahami hak-hak sebagai pekerja migran.
Mulai dari hotline pengaduan, pendampingan hukum, hingga koordinasi dengan pemerintah pusat dan kedutaan besar.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Lembaga Terkait
Pemkot Cimahi mengaku tidak bisa bekerja sendiri. Mereka terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, BP2MI, serta berbagai lembaga perlindungan tenaga kerja lainnya.
Sinergi ini penting untuk memastikan seluruh pekerja migran mendapatkan hak-haknya serta menghindari perekrutan ilegal.
Harapan ke Depan
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Cimahi berharap angka pengangguran dapat terus turun dari tahun ke tahun, sekaligus memastikan warganya yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan maksimal.
Masyarakat pun menyambut positif berbagai upaya ini.
Melalui langkah yang terarah dan berkelanjutan, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan terlindungi dalam dunia kerja.







