Koran Cimahi – Suasana belajar di Sekolah Rakyat Sentra Abiyoso, Kota Cimahi, mendadak riuh saat anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, memasuki kelas.
Dengan gaya komunikatif dan ceria, Atalia langsung berinteraksi seperti seorang guru. Siswa-siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran.
Tanya Jawab yang Menginspirasi
Atalia mengajukan berbagai pertanyaan. Saat ditanya soal cita-cita, siswa-siswa ramai mengangkat tangan.
“Saya ingin jadi pengusaha. Teman-teman ada yang ingin jadi dokter, guru, bos muda, polisi, tentara,” kata Muhammad Fikri Herdiansyah (13), siswa SRMP 08 Sentra Abiyoso.
Baca Juga : Cimahi Bangun Peradaban Qurani Lewat Pembekalan Guru Ngaji
Fikri mengaku baru pertama kali bertemu langsung dengan Atalia. Ia merasa termotivasi untuk belajar lebih giat.
“Senang banget, apalagi ini pertama kali,” ucapnya.
Misi Kunjungan dan Penilaian Positif
Di lokasi, Atalia menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian dari tugas spesifik anggota DPR RI. Sebagai anggota Komisi VIII, ia ingin memastikan Sekolah Rakyat berfungsi optimal.
“Kami memantau SRMP 08 Cimahi, satu-satunya di daerah ini. Di sini, anak-anak mendapat tempat layak, tidur nyaman, kamar mandi bersih, dan pembiasaan positif,” jelasnya.
Peran Sekolah Rakyat dalam Pemutusan Kemiskinan
Baca Juga : Kisah Fikri dan Risma Tumbuh Mandiri di Sekolah Rakyat Cimahi
Atalia menyebut Sekolah Rakyat sebagai inovasi pemerintah untuk menjamin pendidikan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Tujuannya: memutus rantai kemiskinan.
“Sekolah ini bukti kehadiran negara untuk masyarakat dan anak-anak, agar mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujarnya.
Harapan untuk SRMP 08 Cimahi
Atalia menilai pembelajaran di SRMP 08 Cimahi sudah berjalan baik dan kondusif.
“Kita harap sekolah ini makin maksimal. Tidak ada anak kabur, tidak ada guru yang berhenti. Ini patut diapresiasi,” tegasnya.







