Cimahi – Komunitas Ojol Dukung online (ojol) menyampaikan dukungan penuh terhadap program “Polantas Menyapa” yang digagas oleh kepolisian lalu lintas.
Program ini dianggap sebagai langkah positif untuk membangun hubungan yang lebih akrab antara pengemudi dan aparat kepolisian.
Kegiatan “Polantas Menyapa” menghadirkan polisi lalu lintas ke tengah komunitas masyarakat, termasuk para pengemudi ojol.

Baca Juga : Tangis Haru Iringi Pemakaman Acil Bimbo di Cimahi
Dalam kegiatan tersebut, Polantas memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara.
Komunitas ojol menilai pendekatan humanis seperti ini jauh lebih efektif dibanding penindakan semata.
Ketua salah satu komunitas ojol, Dedi Nugraha, mengatakan bahwa edukasi langsung mampu membuka ruang diskusi antara pengemudi dan petugas.
“Kami butuh diajak bicara, diberi pemahaman, bukan hanya ditilang,” ujar Dedi saat kegiatan berlangsung.
Para pengemudi juga mengapresiasi sikap terbuka dari petugas Polantas dalam mendengarkan keluhan lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Polantas tidak hanya berbicara satu arah, tapi juga mendengarkan pengalaman para pengemudi di jalanan.
Banyak pengemudi ojol mengaku selama ini merasa terpinggirkan dalam kebijakan lalu lintas.
Mereka berharap program ini menjadi jembatan komunikasi untuk mencari solusi bersama.
Salah satu harapan utama komunitas ojol adalah terciptanya sinergi antara aparat dan pengemudi untuk mewujudkan keselamatan berkendara.
Mereka juga meminta agar pelatihan atau edukasi seperti ini dilakukan secara berkala.
Tak sedikit pengemudi ojol yang belum memahami aturan terbaru lalu lintas karena keterbatasan informasi.
Polantas menyadari hal itu dan siap menjadikan program ini sebagai agenda rutin di berbagai kota.
Kegiatan edukasi ini mencakup penjelasan tentang rambu-rambu, marka jalan, serta etika berlalu lintas.
Pengemudi diajak untuk memahami bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga pengguna jalan.
Komunitas ojol juga diajak untuk menjadi pelopor keselamatan
Dengan ribuan pengemudi aktif setiap harinya, ojol memiliki peran strategis dalam membentuk budaya tertib lalu lintas.
Salah satu peserta, Andi, mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya merasa dihargai sebagai mitra dalam menjaga ketertiban jalan.







