CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengapresiasi pelaksanaan 12th International Conference of Indigenous and Cultural Psychology (ICICP) 2025 di Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari Senin (4/7/2025) hingga Rabu (6/7/2025).
Ngatiyana menilai tema seminar, yaitu “Leadership, Organization, Health, and Sustainability in Global Context: Promoting Human Agency for the Self, Family, School, Community, Society, and Environment,” sangat relevan dengan situasi global saat ini.
“Saya sangat bangga karena Kota Cimahi menjadi tuan rumah Seminar Internasional ICICP Tahun 2025. Selamat datang kepada seluruh peserta di Kota Cimahi,” kata Ngatiyana dalam acara Welcoming Dinner di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Minggu (3/8/2025).
Ngatiyana juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan dunia. Ia menjelaskan, tantangan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) kini berubah menjadi BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible). Oleh karena itu, ia mendorong literasi digital, agile mindset, dan employer branding sebagai kunci reformasi birokrasi.
Dalam forum tersebut, ia memaparkan visi dan misi pembangunan Kota Cimahi. Pemerintah menyelaraskan program-program itu dengan RPJMN 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045 dari Presiden Prabowo.
Ngatiyana menyebut Cimahi telah berkomitmen membangun kota berkelanjutan. Pemerintah mewujudkan komitmen ini lewat pengembangan ekonomi hijau, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, serta kolaborasi pentahelix. Tujuannya, menciptakan pemerintahan yang bersih dan terpercaya.
Sebagai penutup, Ngatiyana menyampaikan optimisme terhadap masa depan bangsa. “Insyaa Allah, melalui sinergi, koordinasi, dan kolaborasi pentahelix, Cimahi akan Mantap menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.







