Cimahi – Mendikdasmen Kabar gembira datang bagi dunia pendidikan di Kota Cimahi, Jawa Barat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyatakan bahwa sebanyak 101 sekolah di Cimahi telah menerima bantuan layar panel interaktif dari pemerintah pusat.
Bantuan ini merupakan bagian dari program transformasi digital pendidikan yang tengah digencarkan oleh Kementerian Pendidikan.

Baca Juga : Bundaran Jati Cimahi Difungsikan Sepenuhnya, Arus Lalin Lebih Lancar
Tujuannya adalah untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan interaktif di era digital
Dalam kunjungannya ke Cimahi, Mendikdasmen menjelaskan bahwa layar panel interaktif ini akan digunakan di ruang-ruang kelas sebagai pengganti papan tulis konvensional.
Teknologi ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi secara lebih dinamis melalui tampilan visual dan sentuhan langsung.
Layar tersebut dilengkapi berbagai fitur pendidikan seperti penulisan digital, pemutaran video pembelajaran, hingga akses langsung ke internet dan aplikasi pembelajaran.
Dengan perangkat ini, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
Mendikdasmen menegaskan bahwa pengadaan layar panel interaktif merupakan bagian dari visi Merdeka Belajar.
Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh siswa Indonesia, termasuk di daerah, mendapatkan akses teknologi pendidikan yang merata.
Kota Cimahi dipilih sebagai salah satu kota percontohan digitalisasi sekolah karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan komitmen daerah yang kuat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi menyambut baik bantuan ini dan menyatakan siap mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pelatihan bagi guru agar mampu memanfaatkan layar panel interaktif secara maksimal dalam proses belajar.
Oleh karena itu, program pelatihan teknis bagi guru-guru di 101 sekolah penerima telah dijadwalkan oleh pemerintah daerah.
Tidak hanya guru, siswa juga akan diperkenalkan dengan penggunaan perangkat ini agar terbiasa dengan teknologi sejak dini.
Layar panel interaktif dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan spidol, kapur, dan kertas dalam pembelajaran.
Selain itu, penyampaian materi pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa secara lebih fleksibel dan visual Salah satu guru di SD







