Cimahi – Pemerintah Kota (PEMKOT) Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar sosialisasi Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggagas kompetisi desa dan kelurahan, dan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian seleksinya.
Penilaian Berbasis Transparansi
Ajang ini menilai kinerja kelurahan melalui indikator pelayanan publik, kecepatan respons, serta pemberdayaan potensi lokal. Penilaian berlangsung bertahap mulai Agustus hingga Desember 2025 dengan dukungan aplikasi digital dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat. Pengguna berharap kehadiran sistem ini menjamin transparansi dan akuntabilitas proses.
Baca Juga : Cimahi Hapus Tunggakan PBB, Warga Hanya Bayar Pajak 2025
Revitalisasi Kepemimpinan Lokal
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa kompetisi bukan sekadar penilaian administratif. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana revitalisasi nilai kepemimpinan lokal.
Ia mengajak peserta meneladani prinsip Tri Tangtu di Buana yang pernah Sri Baduga Maharaja terapkan pada masa Kerajaan Pajajaran. “Kelurahan hari ini adalah kabuyutan masa kini. Jika Cimahi mengelola potensi lokal dengan baik, kota ini bisa menjadi percontohan di Jawa Barat,” ujar Adhitia, Senin (18/8/2025).
Hadapi Tiga Tantangan Utama

Baca Juga : Pelajar Pelanggar Jam Malam Akan Dimasukkan ke Barak Militer
Dalam kesempatan itu, Adhitia juga menyoroti tiga isu krusial yang masih membayangi Cimahi, yakni sampah, banjir, dan kemacetan. “Keberhasilan penyelesaian masalah tersebut sangat bergantung pada inisiatif dari tingkat kelurahan dan kecamatan,” katanya.
Dorong Inovasi dan Gotong Royong
Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap seluruh kelurahan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, mendorong inovasi, serta memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.







