Koran Cimahi – Seorang Warga Cimahi Bangun Rumah dengan memanfaatkan tanah dan bambu sebagai material utama. Ia memilih konsep rumah alami karena ingin menekan biaya pembangunan sekaligus menghadirkan hunian yang ramah lingkungan. Keputusan tersebut menarik perhatian warga sekitar karena biaya yang ia keluarkan jauh lebih hemat dibanding rumah konvensional.

Warga tersebut memanfaatkan tanah liat yang tersedia di sekitar lokasi sebagai bahan dinding. Ia mengolah tanah dengan campuran air dan bahan penguat alami, lalu membentuknya menjadi struktur dinding yang kokoh. Untuk rangka bangunan, ia menggunakan bambu yang ia peroleh dari wilayah sekitar Cimahi. Ia menyusun bambu secara presisi agar struktur rumah tetap stabil dan tahan lama.
Baca Juga : Pemkot Cimahi Perketat Standar Keamanan Pangan Program MBG
Proses pembangunan berjalan secara bertahap. Ia mengerjakan sebagian besar konstruksi bersama keluarga dan beberapa tetangga. Dengan cara tersebut, ia dapat menekan biaya tenaga kerja. Total modal yang ia keluarkan hanya berkisar belasan juta rupiah, jauh lebih rendah dibanding pembangunan rumah berbahan bata dan beton.
Langkah Warga Cimahi Bangun Rumah ini juga mencerminkan tren hunian berkelanjutan. Rumah berbahan tanah dan bambu mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk saat cuaca panas dan tetap hangat saat udara dingin. Material alami juga membantu mengurangi jejak karbon karena tidak memerlukan proses produksi industri berat.
Selain hemat biaya, konsep rumah ini juga memperkuat nilai gotong royong di lingkungan sekitar. Warga ikut membantu proses pembangunan dan berbagi pengalaman tentang teknik konstruksi tradisional.
Inisiatif ini membuktikan bahwa masyarakat dapat menciptakan hunian layak dengan kreativitas dan pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan perencanaan matang dan teknik yang tepat, rumah berbahan tanah dan bambu dapat menjadi solusi alternatif di tengah kenaikan harga material bangunan.







